PENGHASILAN KELAS MENENGAH NAIK = POTENSI PAJAK?

Abstraksi

Jumlah penduduk dengan pendapatan kelas menengah di Indonesia terus meningkat dari 37,7 persen daripopulasi pada tahun 2003 menjadi 56,5 persen dari populasipada 2010. Pendapatan kelas menengah ini perlu didorong untuk menjadi High Net Worth Individual (orang kaya) agar pemerintah dapat menggali penerimaan potensi pajaknya. Pendapatan tinggi membantu pemerintah mengumpulkan lebih banyak pajak dan memanfaatkan uang untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kelas menengah merupakan konstituen penting dari situasi sosial ekonomi Indonesia.

Keywords : kelas menengah, rentang pendapatan, potensi pajak, High Net Worth Individual

A.PENDAHULUAN

Peningkatan konsumsi akan meningkatkan potensi penerimaan pajak dari sektor Pajak Pertambahan Nilai atas barang dan jasa;

Kenaikan jumlah kelas menengah merupakan potensi pajak penghasilan setelah pendapatan tersebut dikurangkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak;

Pertumbuhan sektor usaha akan meningkatkan penerimaan Pajak Penghasilan, sehingga otoritas pajak harus gencar memberikan bimbingan agar wirausahawan baru ini dapat didorong untuk menjadi wajib pajak yang patuh;

Tingkat pertumbuhan kelas menengah ke HWNI mendorong otoritas pajak untuk mengadministrasikannya dengan lebih cermat sertamelakukan pendekatan persuasif untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak mereka. 

Berdasarkan data Bank Dunia, pada 2003 jumlah penduduk dengan pendapatan kelas menengah di Indonesia hanya 37,7 persen dari populasi. Namun pada 2010 kelas menengah Indonesia mencapai134 juta jiwa atau 56,5 persen dari populasi.Setiap tahun kelas menengah tumbuh tujuh juta, sehinggaBank Dunia menilai pertumbuhan kelas menengah di Indonesia sangat cepat. Peningkatan kelas menengah  seperti yang terjadi di Indonesia juga dialami negara berkembang lainnya.  Pertumbuhan itu menyebabkan melonjaknya konsumsi yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut studi Bank Dunia, kalangan kelas menengah ini terbagi dalam empat kelas. Pertama kelas menengah dengan pendapatan US$2-US$4 atau Rp2,6-5,2 juta per bulan (38,5 persen). Kedua, kelas menengah dengan pendapatan US$4-6 atau  Rp5,2 -7,8 juta perkapita perbulan (11,7 persen).Ketiga kelas menengah dengan pendapatan US$6-US$10 atau Rp7,8-13 juta perbulan  (5 persen) serta golongan menengah berpendapatan US$10-US$20 atau Rp13-26 juta perbulan (1,3 persen).

Kelas menengahadalah istilah,yaitu kelas sosial ekonomi antara kelas pekerja dan kelas atas. Biasanya di dalam kelas menengah termasuk para profesional, pekerja terampil, dan manajemen bawah dan menengah.Menghitung rentang pendapatan kelas menengah adalah hal yang sangat penting, karena pertumbuhan kelas menengah melambangkan kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi. Kisaran pendapatan kelas menengah bervariasi dari satu ke tempat lain. Oleh karena itu faktor yang menentukan rentang pendapatan dari tempat tertentu harus dipertimbangkan.

Memperhatikan data dari Bank Dunia dan kecenderungan perilaku sosial masyarakat Indonesia, maka dari kacamata petugas pajak ada yang perlu didalami untuk melihat pengaruhnya dalam penggalian potensi penerimaan pajak. Pertama, seberapa jauhrentang pendapatan tersebut dibandingkan dengan penghasilan tidak kena pajak. Kedua, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi suatu kelas menengah. Ketiga, siapa saja dan berapa besar kelas menengah tersebut berdasarkan data yang valid. Keempat, bagaimana perilaku sosial dan ekonomi kelas menengah ini. Kelima, seberapa besar dari segmen kelas menengah ini yang tumbuh menjadi High Net Worth Individual (HWNI).

B.PEMBAHASAN

Pada bagian berikut penulis akan mengemukakan kelima faktor yang berkenaan dengan kelas menengah.

1.Rentang Penghasilan Kelas Menengah

Sesuai studi yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan ekonom di Amerika Serikat, pendapatan kelas menengah dalam standar yang digunakan, yaitu antara US $20.000/US $25.000 sampai $65.000/US $100.000 per tahun. Di beberapa kota yang dianggap berbiaya hidup mahal di AS, seseorang dengan penghasilan sampai dengan $70.000 per tahun juga akan termasuk dalam braket kelas menengah. Sedangkan di Indonesia, kelas menengah adalah seseorang yang termasuk dalam kategori dengan rentang penghasilan antara Rp 2,6 juta sampai Rp 6 juta. Boston Consulting Group (BCG) menyatakan bahwa pada 2014 kelas menengah Indonesia berjumlah 74 juta orang. Penjelasan mengenai kelas menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah adalah sebagai berikut:

a.Kelas Menengah ke Atas

Kelas menengahke atasdi Amerika Serikat biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki aset besar dan pendapatan rumah tangga yang lebih dari US $100.000 per tahun.Sedangkan di Indonesia, kelas ini terdiri dari orang-orang dengan penghasilan di atas Rp 6 juta. Orang-orang di kelas ini menempati posisi lebih tinggi di kantor mereka dan secara finansial lebih stabil dari orang lain. Ini adalah kelompokorang-orang yang memperoleh kenaikan yang cukup besar dalam pendapatan mereka karena pertumbuhan ekonomi yang pesat.

b.Kelas Menengahke Bawah

Kelas menengah ke bawah, di sisi lain, terdiri dari orang-orang yang memiliki kualifikasi pendidikan dasar dan memiliki pendapatan di negara maju seperti AS antara US $30.000 sampai US $60.000 per tahun. Sedangkan di Indonesia, merupakan kelompok dengan penghasilan per bulannya kurang dari Rp2.6 juta. Kelas ini merupakan bagian besar dari total penduduk suatu negara. Kelas menengah ke bawah berjuang untuk sampai ke tingkat kelas menengah ke atas, yang pada gilirannya bertujuan untuk memasuki kelas kaya atau elit. 

2.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Kelas Menengah

Seseorang yang tinggal di kota tertentu dikatakan di 'kelas menengah' jika pendapatannya sesuai dengan kondisi pembagiantersebut. Ini berarti bahwa pendapatan di kota-kota yang sangat maju cenderung akan lebih tinggi dibandingkan dengan kota-kota kecil dan daerah pedesaan. Hal ini terjadi karena biaya hidup yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dasar akan jauh lebih tinggi di kota-kota besar daripadadikota kecil. Seseorang yang berada di kota metropolitan akan menghabiskan sejumlah besar penghasilannya untuk sewa rumah, transportasi, fasilitas kesehatan, hiburan, dan lain-lain. Dengan demikian pendapatan akan lebih tinggi di kota-kota yang dianggap mahal seperti Jakarta dan Bandung dibandingkan dengan Cirebon dan Klaten.

Faktor lain yang berperan penting adalah seberapa besar tanggungan keluarga. Apakah seseorang akan termasuk dalam kategori kelas menengah juga tergantung pada ukuran tanggungan keluarganya. Jika seseorang adalah pencari nafkah tuggal dalam keluarganya, ia harus menyesuaikan biaya hidupnya sesuai dengan kebutuhan dan keperluan anggota keluarganya, tergantung pada jumlah yang ia miliki.
Tentunya, jika suatu keluarga hanya terdiri dari dua orang, maka tingkat kenyamanan sehubungan dengan pendapatan dan biaya akan lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga yang lebih besar.

 

3.Kelas Menengah Indonesia dan Pertumbuhannya

 

a.Siapa Kelas Menengah Indonesia

 

Asian Development Bank (ADB) mendefinisikan mereka yang memiliki pengeluaran per hari di atas $2 adalah kelas menengah bawah, $2-$4 adalah kelas menengah dan $10-$20 adalah kelas menengah atas di AS.Kelas menengah (middle class, consumer class) memiliki kisaran pengeluaran per harinya antara $2-$4.

Sebagai catatan, nilai dollar yang digunakan adalah nilai dollar yang telah dikonversikan dengan mempertimbangkan faktor keseimbangan kemampuan belanja atau dikenal dengan istilah kerennya purchasing power parity (PPP). PPP dapat dikatakan nilai tukar antar mata uang dua negara (biasanya menggunakan Dollar).

Jika dikonversikan dengan nilai Dollar terhadap Rupiah saat ini yaitu sekitar Rp13.000,00 maka pengeluaran per hari kurang lebih antara Rp26 ribu-Rp52 ribu untuk digolongkan sebagai kelas menengah.

b.Pertumbuhan Kelas Menengah di Indonesia

Pertumbuhan kelas menengah Indonesia juga dapat ditandai dengan adanya kenaikan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) dari tahun ke tahun. GDP adalah nilai barang atau jasa yang dihasilkan suatu negara. Jika kelas menengah meningkat, maka akan meningkatkan pengeluaran rumah tangga. Kenaikan pengeluaran rumah tangga akan meningkatkan nilai GDP.Menurut sumber Alumni Connections nilai GDP Indonesia adalah sebagai berikut:

Gambar 1: Pendapatan Domestik Bruto Indonesia

http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2014/09/Siapa-Saja-Kelas-Menengah-Indonesia-Data-GDP-Finansialku.jpg

Sumber: Indonesia Economic Outlook Presentation

Boston Consulting Group (BCG) merilis proyeksi jumlah kelas menengah di Indonesia. Gambar berikut menunjukkan proyeksi jumlah kelas menengah di Indonesia dari tahun 2012 hingga tahun 2020.

Gambar 2: Pendapatan Domestik Bruto Indonesia

http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2014/09/Siapa-Saja-Kelas-Menengah-Indonesia-Data-Jumlah-Kelas-Menengah-Finansialku.jpg

                     Sumber: Boston Consulting Group

Keterangan:

  • Elite pengeluaran bulanan lebih besar dari Rp 7.500.000
  • Affluent pengeluaran bulanan antara Rp 5.000.000 sampai dengan Rp 7.500.000
  • Upper middle pengeluaran bulanan antara Rp 3.000.000 sampai dengan Rp 5.000.000
  • Middle pengeluaran bulanan antara Rp 2.000.000 sampai dengan Rp 3.000.000
  • Emerging Middlepengeluaran bulanan antara Rp 1.500.000 sampai dengan Rp 2.000.000
  • Aspirant middle pengeluaran bulanan antara Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 1.500.000
  • Poor middle pengeluaran bulanan lebih kecil dari Rp 1.000.000

Data di atas menunjukkan adanya pertumbuhan kelas menengah sebesar 64% (di tahun 2012 berjumlah 41,6 juta jiwa dan 2020 berjumlah 68,2 juta jiwa).

4.Perilaku Ekonomi Kelas Menengah Indonesia

Kelas menengah Indonesia akan menjadi target pemasaran produk-produk bank, investasi pasar modal (saham, reksadana) dan properti. Kecenderungan di beberapa negara adalah terjadinya kenaikan kelas menengah yang cenderung meningkatkan industri keuangan dan harga properti.Kelas menengah Indonesia tentunyaakan memiliki sebuah keinginan untuk hidup aman dan nyaman, mampu memenuhi kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang.

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, kelas menengah sering kali disebut consumer class karena kelas menengah dianggap mampu untuk membelanjakan lebih keuangannya. Kelas menengah terutama kelas menengah atas mampu untuk membeli barang bermerk dan memenuhi keinginan-keinginannya seperti gadget canggih, alat-alat elektronik, fashion, makanan dan gaya hidup yang modern. Kesempatan besar ini bisa digunakan oleh wirausaha Indonesia untuk memasarkan produknya, menjual produk yang dibutuhkan kelas menengah Indonesia. Tahun 2015 ada tantangan besar yaitu Indonesia akan memasuki era MEA (masyarakat ekonomi ASEAN). Pasar besar ini harus ditangkap oleh para wirausaha Indonesia agar tidak digunakan oleh negara-negara tetangga di ASEAN untuk memanfaatkan kelas menengah Indonesia. Pemanfaatan potensi consumer class ini mendorong wirausaha meningkatkan potensi bisnis mereka.

5.Pertumbuhan Kelas Menengah Menjadi High Net Worth Individual (HNWI) di Beberapa Negara Asia Lainnya

Merrill LynchCapgemini tahun 2009 mendefinisikan High Net Worth Individual (HNWI) sebagai kelompok orang-orang yang mempunyai aset finansial minimal 1 Juta US$. Sedangkan Ultra-HNWI adalah orang yang memiliki aset finansial minimal 30 Juta US$, tidak termasuk piutang, barang habis pakai, barang consumer goods dan tempat tinggal. Populasi dan pertumbuhan kekayaan HNWI Asia Pacific terus meningkat sejak kondisi pasar membaik. Ekonomi regional menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dan diramalkan akan tumbuh lebih cepat daripada ekonomi dunia di tahun 2010.

Menurut tulisan Hendrix Yapputro dalam Banking Solution: A Collection of Articles, tingkat pertumbuhan HWNI di Indonesia rata-rata 16 persen lebih sejak tahun 2006. Jika suatu negara yang perekonomiannya tumbuh, maka jumlah HNWI juga akan tumbuh. Morgan Stanley cabang Singapura pernah menghitung jumlah keluarga kaya warga negara Indonesiayang memiliki aset 5-20 juta Dollar Amerika berjumlah 3.228 keluarga danyang memiliki aset 20-100 juta Dollar Amerika sebanyak 167 keluarga. Dapat dikatakan bahwa banyak orang Indonesia yang kaya dan makmur (wealth).

China dan India memimpin pertumbuhan HNWI di Asia Pacific, disokong oleh konsumsi domestik yang kuat dan angka pertumbuhan kemakmuran individual. Gabungan kekayaan HNWI Asia Pacific diperikirakan tumbuh sebesar 8.8% sampai tahun 2018, lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan global yang sebesar 7.1%. Sedangkan Jepang dan China terus mendominasi persentasi dari populasi HNWI dan kekayaan yang dimilikinya. Tahun lalu, gabungan HNWI dua negara tersebut sebesar 71.9% dari HNWI regional, dan 65.8% dari total kekayaan global. HNWI Asia Pacific meningkatkan alokasinya pada tabungan dan investasi singkat sebagai usaha untuk mempertahankan kekayaan.

C. SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kelas menengah Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Kenaikan tersebut akan menyebabkan kelas menengah untuk mewujudkan keinginan-keinginan atau mimpi-mimpinya. Para wirausaha dan pelaku usaha di Indonesia harus berusaha untuk memenuhi keinginan tersebut. Hal ini merupakan peluang usaha bagi para entrepener Indonesia untuk memanfaatkannya.

Dari aspek perpajakan, perilaku ekonomi ini mengindikasikan banyak hal yang dapat didalami untuk penggalian potensi pajak, antara lain:

Referensi

  1. Tiara (posted). 4 Desember 2012. Siapa Kelas Menengah Indonesia?. Pojok Bursa Widyatama. http://pojokbursa.widyatama.ac.id/siapa-kelas-menengah-indonesia/.
  2. Alumni connections. Presentasi Indonesian Economic Outlook. http://alumniconnections.com/olc/filelib/HAA/cpages/180/Library/CT%20presentation%20materials.pdf
  3. JANA. 7 Maret 2013. The Growing Indonesian Middle Class. http://www.jana.com/blog/the-growing-indonesian-middle-class/
  4. Vaishali Rastogi, Eddy Tamboto, Dean Tong dan Tunnee Sinburimsit. 5 Maret 2013. Indonesia’s Rising Middle-Class and Affluent Consumers Asia’s Next Big Opportunity. BCG Perspective. https://www.bcgperspectives.com/content/articles/center_consumer_customer_insight_consumer_products_indonesias_rising_middle_class_affluent_consumers/
  5. High Net Worth IndividualHigh Net Worth Individual (HNWI) - changes is a necessityhttps://www.paparozie.blogdetik.com/index.php/2010/01/definisi-hnwi/
  6. Hendrix Yapputro. Banking Solution: A Collection of Articles authored byhttps://books.google.co.id/books?id=hBktAgAAQBAJ- 2013

Paling Banyak Dibaca

  • Verifikasi Berkas USM PKN STAN +

    [Yogyakarta]Rabu, 22 Maret 2017. Minat masyarakat untuk menjadi mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN sampai saat ini ternyata masih sangat tinggi. Baca Selengkapnya
  • Pendapatan Yang Masih Harus Diterima: Jurnal Penyesuaian Akhir tahun dan Jurnal Balik Awal Tahun pada Aplikasi SAIBA +

    Oleh : Puji Agus, SST, Ak., M.Ak, CA Widyaiswara Madya   Abstrak: Saat ini Basis Akuntansi yang digunakan dalam mencatat transaksi Baca Selengkapnya
  • Pendapatan Diterima Di Muka: Jurnal Penyesuaian Akhir tahun dan Jurnal Balik Awal Tahun pada Aplikasi SAIBA +

    Oleh : Puji Agus, SST, Ak., M.Ak, CA Widyaiswara Madya   Abstrak: Saat ini Basis Akuntansi yang digunakan dalam mencatat transaksi Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016