Belajar dari Universitas Pendidikan Indonesia dalam Pengembangan Knowledge Management System

Oleh: Oktavia Ester Pangaribuan

Widyaiswara Madya

Balai Diklat Keuangan Cimahi

 

Visi Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan untuk menjadi Center of Excellence dan saat ini BPPK memasuki era konsep Corporate University (Corpu).  Salah satu pilar Corpu adalah Knowledge Management. Oleh karena itu pengembangan Knowldege Management System (KMS) adalah hal yang penting bagi BPPK.  Selama ini program pendidikan dan pelatihan yang dilakukan BPPK lebih bersifat tradisional, yaitu tatap muka langsung antara peserta dan pengajar.  Beberapa diklat yang dilakukan sudah menerapkan Blended learning, yaitu integrasi antara pembelajaran secara tatap muka dan pembelajaran secara online. Dilakukan pemilihan aktiftas maupun materi pembelajaran yang akan diberikan pada sesi tatap muka dan online, sehingga kedua metode pembelajaran tersebut dapat saling melengkapi, dan mendorong peserta untuk melakukan pembelajaran serta memastikan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Tantangan yang dihadapi BPPK Corpu adalah bagaimana BPPK dapat memberikan kemudahkan bagi peserta diklat untuk dapat belajar dimana pun, kapan pun dan dengan siapa pun.  Oleh karena itu KMS yang dibangun BPPK harus dapat menjawab tantangan tersebut disamping dapat mengurangi jumlah jam tatap muka tanpa mengurangi bobot materi yang disampaikan dalam diklat tersebut. 

Dalam pembelajaran secara e-learning, terdapat bahan ajar yang dapat diakses secara terbuka dan luas (open content system), dan Learning Management System (LMS) yang bersifat tertutup, terkontrol dan hanya dapat diakses oleh peserta terdaftar.  LMS ini terintegrasi dengan mata kuliah yang ada pada program tersebut (kurikulum).

Untuk mengembangkan suatu KMS yang baik, BPPK harus membangun open content system serta learning management system yang baik.  Dalam usaha mengembangkan KMS,  Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan melakukan studi banding ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).  UPI telah melakukan pengembangan sistem informasi dan teknologi komunikasi dalam kegiatan pembelajaran.  Pengembangan Information and Communications Technology (ICT) yang dilakukan oleh UPI adalah untuk mencapai visi dan misi pendidikan, sehingga dilakukan integrasi ICT dalam pendidikan sebagai suatu sistem penunjang.  Tujuannya adalah :

1. Internet

ICT sebagai resources and communication tools

2. Multimedia/Digital Media

ICT sebagai alat bantu pembelajaran

3. SIM/Aplikasi

ICT sebagai pendukung manajemen

4. Keterampilan dibidang ICT

ICT sebagai kompetensi

Oleh karena itu infrastruktur yang dibangun diarahkan untuk mendukung teknologi informasi dan komunikasi.  Begitu juga dengan kebijakan yang diambil. Untuk mendukung komitmen UPI sebagai Universitas Pelopor dan Unggul, UPI membangunan fasilitas teknologi informasi, seperti:

  1. UPInet, yang memiliki 3 fungsi, yaitu pelayanan, penelitian dan pengembangan, kerja sama dan pemasaran.  IPInet ini didukung oleh sistem akses kontrol, teknologi WAP, Area Hotspot, penelitian online, aplikasi fingerprint, control securty, desain website.
  2. Fasilitas pada Pusat Komputer (PUSKOM) untuk mendukung layanan baik administrasi akademik maupun administrasi umum. Layanan Administrasi Akademik di UPI sudah hampir seluruhnya computerized.
  3. Fasilitas pada Pusat Pendidikan Komputer (PENDILKOM) yang melayani kegiatan belajar komputer khususnya bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah Pengetahuan komputer, umumnya bagi civitas akademika yang memerlukannya.

Dalam penerapan e-learning di UPI, terdapat  open content system (seperti portal jurnal serta repository) dan Leaning Management System (LMS). UPI mengembangkan LMS melalui suatu sistem pembelajaran online yang dikenal dengan SPOT-UPI (Sistem Pembelajaran Online Terpadu). SPOT-UPI ini dikembangkan dari Moodle.

 

Untuk dapat masuk ke SPOT-UPI , mahasiswa harus mengisi kontrak kuliah terlebih dahulu.  Menu yang ada pada tampilan SPOT-UPI adalah:


Pada dasarnya, tampilan maupun menu yang ada pada SPOT-UPI ini tidak berbeda dengan tampilan yang ada pada salah satu Blended Learning yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Keuangan Umum, yaitu Microfinance Training of Trainer (MFTOT).  Dalam SPOT-UPI, mahasiswa dapat mengakses materi kuliah (baik berupa info grafik, ppt,  video pembelajaran.  Materi pembelajaran disusun oleh tim dosen dan kemudian diunggah pada  SPOT-UPI.  Tentu saja hal ini memberikan tantangan baru bagi dosen, bagaimana menyusun materi pembelajaran yang tidak hanya berbentuk ppt.  Tugas kuliah diberikan dosen pada SPOT-UPI dan mahasiswa mengunggah jawaban mereka pada SPOT-UPI tersebut.  Selain itu terdapat juga menu forum untuk diskusi terkait materi pembelajaran.  Dosen dapat melihat aktivitas mahasiswa pada rekap aktivitas mahasiswa.

Salah satu best practice penerapan blended learning di UPI adalah program S1 untuk guru yang lahir paska terbitnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005.  Lahirnya undang-undang tersebut  mengharuskan guru untuk memenuhi kualifikasi akademik yaitu memiliki ijazah Strata 1 atau Diploma IV dan bersertifikat pendidik  paling lama sepuluh 10 tahun sejak 30 Desember 2005. Akan tetapi guru tidak dapat meninggalkan tugasnya sebagai guru.  Oleh karena UPI menyelenggarakan program S1 dengan Blended Learning.

 

 

Residensial ini adalah tatap muka secara tradisional di kelas selama 2 minggu.  Setelah residensial, dilakukan kuliah jarak jauh selama 5 bulan.  Dalam kuliah jarak jauh ini dilakukan tutorial online yang meliputi pemberian tugas online,  sesi video conference, serta media/suplemen. Setelah melakukan kuliah jarak jauh, mahasiswa mengikuti ujian secara langsung (baik Ujian Tengah Semester maupun Ujian Akhir Semester).  Hasil pembelajaran tatap muka, kuliah jarak jauh, serta ujian tersebut menjadi total nilai yang menentukan lulus/tidaknya mahasiswa pada mata kuliah tersebut.  Setelah mahasiswa lulus dari seluruh mata kuliah, mahasiswa dapat melakukan riset untuk penyusunan tugas akhir.  Proses ini tidak menyebabkan guru-guru harus meninggalkan sekolah dan tetap dapat menyelesaikan pendidikannya.

Pembelajaran semacam ini tidak hanya dilakukan untuk program perkuliahan regular, tetapi juga untuk pengabdian masyarakat.  Salah satunya adalah P2M Prodi Perpusinfo Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, yaitu Online Librarian Training Programme yang diluncurkan pada tahun 2013.

 

           

Dari pemaparan yang diberikan pada kunjungan tersebut, tantangan yang dihadapi adalah :

  1. Bagaimana mengembangkan infrastruktur yang memadai bagi tercapainya tujuan pembelajaran. UPI menyediakan situs yang mudah diakses, koneksi dalam lingkungan kampus yang memadai (civitas akademika UPI dapat menggunakan akses internet sebesar 5 MBPS dengan didukung sekitar 400 komputer yang tersebar diseluruh kampus UPI)
  2. Bagaimana membuat materi pembelajaran yang menarik dan variatif.  Hal ini adalah tantangan bagi widyaiswara/dosen
  3. Tercapainya tujuan pembelajaran menuntut aktivitas peserta dalam proses pembelajaran serta peran pengajar/widyaiswara/dosen dalam monitoring aktivitas peserta diklat.  Kelemahan dalam monitoring yang ada di moodle adalah hanya mengukur waktu sejak peserta log-in sampai log-out.  Apabila peserta log-in dan tidak melakukan aktivitas apa pun pada webinar, moodle akan tetap menghitung waktu peserta sampai peserta tersebut log out dari webinar.
  4. Sinergi dari semua pihak yang terlibat, baik administrator program, penyusun kurikulum, pengajar/widyaiswara/dosen.
  5. Pemilihan materi pembelajaran mana yang akan disampaikan secara tradisional, dan materi pembelajaran yang disampaikan secara online.

Paling Banyak Dibaca

  • Acara Pisah Sambut Para Pejabat +

      [Tangerang Selatan] Rabu, 1 Januari 2017. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kekayaan Negara dan PerimbanganKeuangan memimpin acara pisah sambut Baca Selengkapnya
  • TINGKATKAN KINERJA, KEPALA BPPK LANTIK PEJABAT ESELON III DAN ESELON IV +

    [Jakarta] Jumat, 6 Januari 2017. Hari ini Kepala BPPK Sumiyati melantik sepuluh pejabat Eselon III dan dua pejabat Eselon IV Baca Selengkapnya
  • Lepas - Sambut Kepala Balai Diklat Palembang +

    Menyusul kepindahan bapak Iqbal Soenardi, Ak., M.B.A ke jabatan barunya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Tes Terpadu pada Pusdiklat Pengembangan Sumber Baca Selengkapnya
  • 1
  • 2

Eselon I Kementerian Keuangan

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Inspektorat Jenderal
Sekretariat Jenderal
Direktorat Jenderal Bea Cukai
Direktorat Jenderal Pajak
Badan Kebijakan Fiskal
Direktorat Jenderal Anggaran
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
Layanan Pengadaan Secara Elektronik
Call Center BPPK
Easylib
Wise
Indonesia Darurat Narkoba
APBN Kemenkeu 2016